Satu Lagi Yang Istimewa Dari Jogja

Hem….sore tadi sebelum magrib saya membeli tembakau siluk 1 ons. Menurut bbrp sumber yang saya dengar dan baca , tembakau siluk dihasilkan dari kawin silang antara tembakau virgin dan local. Wanita Jerman dan Lelaki Indonesia menikah dan punya anak perempuan bernama Sophia Latjuba. Bibir dan hidungnya indah menyatu bukan? Lukisan hidup yang impresif. Kurang lebih, seperti itulah tembakau siluk dan artis blasteran. Silahkan amati detilnya di google image, atau di youtube jika ingin mendengar sepoi sepoi pita suaranya yang bergetar halus menjadi suara, ‘peluklah diri ini kasih, bersama kita jelang bahagia yang abadi’

Jogja menjadi takdir tembakau siluk dilahirkan. Dinamai siluk berdasarkan nama tempat lahir dan tumbuh tembakau ini, desa siluk.  Prosesi penanaman dan panennya pun tidak lepas dari mantra dan do’a berisi harapan kebaikan dari sang Pencipta, menjaga harmoni alam dan keberkahan hidup masyarakat. Istimewa!

Seperti vokal Sophia Latjuba, tembakau siluk memiliki aroma yang smooth. Saya cocok dengan rasanya, gak ‘mak dek’ di tenggorokan. Apalagi sambil ngopi.

Oya, yang saya tahu tembakau siluk siap linting ini ada dua jenis, ‘siluk super’ dan ‘siluk halus’. Siluk super diolah melalui fermentasi, warna coklat muda, aroma lebih kuat, nendang dikit di tenggorokan. Siluk jenis kedua, jenis yang saya suka adalah jenis ‘siluk halus’, aromanya halus bgt, warna kuning, sepertinya tanpa fermentasi. Tenggorokan dan dada seperti dielus elus tangan halus Sophia Latjuba. Hangat dan wanginya meresap sampai otak, bibit alzheimer melipir pelan pelan. Walaupun tidak berefek halusinasi, tembakau siluk cukup representatif menjadi kawan dalam inspirasi. Lagian ngapain berhalusinasi kalo itu berbahaya.

Segitu dulu guys,  kopi dah siap nih.  Sruput, seetttt, vuuuuhhh, ISTIMEWA!

Salam

Lala