Perjalanan Sunyi Didi Kempot

 

Stasiun Balapan, karya musik pertama Didi Kempot yang saya dengar. Waktu itu kesannya biasa saja, sama seperti lagu lagu hits lainnya, cinta yang sentimental, bagi saya sangat standar dan tidak begitu menarik.  Hari hari selanjutnya ada lagu Sri/Minggat, menceritakan perasaan kehilangan dan cinta. Inilah lagu yang membuat saya memiliki kesan beda, gak standar karena ada terasinya. Tidak lazim dipakai bumbu sebuah lagu.

Malam harinya setelah mendengar berita meninggalnya Didi Kempot, saya nonton Kick Andy di youtube. Kisah perjalanan keseniannya sedikit dibuka di sana, tentu terlalu singkat untuk diceritakan dalam satu episode acara talkshow.  Perjalanan hidup dengan segala problematikanya hingga menjadikan beliau terus konsisten berkarya di dunia musik membuat saya tertarik untuk melihatnya lebih dekat. Apalagi beliau sangat produktif menciptakan lagu. Energi apa yang ada pada dirinya hingga totalitas dalam pilihannya. Saya kira ambisi saja tidak cukup.  Makin penasaran lagi melihat kesuksesan beliau, menembus batas generasi.

Karya Didi Kempot berhasil menyentuh hati generasi milenial. Ditengah gaya hidup instan pada zaman modern sekarang, manusia cenderung artifisial. Purai pura sukses, pura pura kaya dll. Ini semacam tuntutan zaman untuk bisa bereksistensi di tengah komunitasnya. Apakah kita berbicara sesuatu yang real di Sosmed? Apakah kita benar benar bahagia menshare foto selfie dengan segala macam menu, berlokasi di resto berkelas? Jujur saja, saya pun takut reputasiku turun jika harus menshare foto selfie menu dan tempat makan yang sebenarnya dalam keseharian saya.  Gak keren ah!

Didi Kempot hadir dengan kesederhanaan dalam tema dan bahasa. Beliau tampak sangat otentik, apa adanya. Disinilah orang modern melihat dan menikmati karya karyanya sebagai obat dari palsunya hidup. Sisi kemanusiaan kita tersentuh. Sebuah sisi ruang yang hampa dan terasing.  Dunia mekanis yang mengabaikan kemanusiaan adalah dunia kita hari ini.  Setidaknya, Didi Kempot berhasil merubah robot konvesional menjadi robot yang memiliki emosi, bisa sedih, gembira dan bisa jujur kepada dirinya sendiri.

 

……………………………………………………………………………………………………………………bersambung